Jumat, 23 Agustus 2013

Kemerdekaan bagi saya merupakan sebuah acuan untuk melihat kembali apa sebenarnya yang telah saya perbuat bagi negara kita, Apa yang telah saya perbuat untuk mengisi kemerdekaan ini. Apa yang telah saya perbuat untuk memajukan negara ini.

Pada tanggal 17 Agustus 2013 ini negaraku berulang tahun yang ke-68. Sebuah negara yang bernama Indonesia, negara yang terbentang di garis khatulistiwa yang terdiri dari berbagai macam suku, bangsa, bahasa dan budaya yang beranekaragam. Tidak hanya itu Indonesia juga merupakan negara dengan berbagai macam pulau yang cantik, pantai yang eksotis dan bermacam sumber daya yang berlimpah ruah, sebuah negara yang sangat indah dan potensial..

Sayangnya belum banyak perubahan yang dapat kita lakukan sebagai pemuda untuk negara ini. Mungkin kita malah lebih sering mencaci keadaan negara ini tanpa berbuat apapun yang dapat mengubah keadaan tersebut. Apakah kita pikir kita lebih baik dari apa yang kita caci dan maki? Contohnya adalah saat kita hanya bisa mencaci para koruptor yang ada di negara ini, apakah kita sendiri adalah orang yang suci dari kata korupsi? Apakah kita belum pernah sekalipun melakukan hal tersebut? Meski dalam nominal yang sangat kecil?. Padahal kita tidak berbuat apapun untuk memperbaiki hal tersebut.


Masih banyak kelakuan kita sebagai penerus bangsa ini yang perlu dibenahi, saat ini kita lebih sering mengritik lalu pergi dan berpikir “masa bodoh”. Memang mengritik bukanlah sesuatu yang salah namun hal tersebut tidak dapat dibenarkan apabila kita hanya berpikir masa bodoh dan tidak melakukan perubahan sama sekali. Kita selalu marah saat budaya kita di klaim orang lain. Padahal apa yang kita lakukan selama ini?. Faktanya banyak remaja keturunan jawa yang belum bisa berbahasa jawa dengan lancar, padahal siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini jika bukan kita?. Banyak yang mengaku “Aku cinta Indonesia kok” padahal malu pake batik padahal malu pake baju buatan Indonesia padahal lebih suka milih makan junk food di banding jajanan pasar dan lebih bangga menggunakan bahasa inggris dibanding bahasa daerah kita atau juga bahasa ibu yg kita miliki......      

    Inikah Makna Sebuah  Kemerdekaan ?

Merdeka! Hidup Atau Mati, adalah merupakan semboyan para penjuang bangsa negeri ini, ketika berjuang untuk merebut dan mempertahankan negeri ini dari tangan penjajah. Semboyan Merdeka! Hidup Atau Mati yang di ucapkan dan di lontarkan oleh para pejuang negeri ini pada setiap kesempatan, akhinya menyemangati perjuangan para anak anak bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaannya pada 17 Agustu 1945.

Betapa besar perjuangan para pahlawan negeri ini dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan negeri ini. tidak terhitung jumlah korban jiwa yang berjatuhan. Beribu ayah kehilangan orang tuanya, isteri kehilangan suami, dan suami kehilangan isteri. Harta dan jiwa melayang, namun tidak mengendorkan semangat mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “ Beribu Kami Terbaring Antara Kerawang-Bekasi “ kata Chairil Anwar dalam bait bait pusisinya. “ Kami Mati Muda, Sebuah Lobang Peluru Bundar Di Dadanya, Senyum Bekunya Mau Berkata, Kita Sedang Perang.

sudah 68 Tahun usia kemerdekaan negeri ini. jika identic dengan usia manusia, 68 tahun adalah usia yang mulai senja, yang rentan terhadap segala macam bentuk penyakit. Negeri ini juga sedang sakit, Para pemimpin negeri ini sedang mengalami sakit jiwa, sehingga menghilangkan rasa kesadarannya, sehingga mereka tidak lagi mengerti akan makna dari sebuah kemerdekaan.

Apakah kita akan terus-terusan melakukan semua ini?. Kapankah kita akan sadar dengan apa yang telah kita perbuat atas negera kita tercinta ini. Kapan kita berhenti menyalahkan keadaan yang ada dan terus menenggelamkan negerakita dalam kelakuan kita selama ini.


Mungkin setiap orang memiliki esensi arti kemerdekaan masing-masing namun saya yakin dari bermacam-macam arti kemerdekaan yang setiap orang miliki tentunya kita ingin membawa negara ini menjadi negara yang lebih baik danyang lebih maju dari sebelumnya, kita ingin melihat negara ini tersenyum atas apa yang telah kita lakukan.

 Tindakan kekerasan juga terjadi di mana mana, baik yang di lakukan oleh rakyat negeri ini, maupun para aparat penegakan hukum. Semboyan yang mengatakan “ Hukum Harus di Tegakkan Walau Langit Akan Runtuh “ hanya sebatas lifservis belaka. Tindakan kekerasan dan main hukum sendiri, nampaknya di negeri ini sudah mulai mendarah daging. Para penegak hukum di negeri ini bagaikan sudah buta dan tuli, tidak lagi bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah. Karena hukuman yang diberikan terkadang tidak setimpal dengan tindakan kejahatan yang dilakukan.

 Inikah arti dari sebuah kemerdekaan ?, merdeka untuk melakukan segalanya, Merdeka untuk Korupsi, mengkuras uang rakyat, Merdeka untuk melakukan Pungli, Merdeka Untuk melakukan tindakan kekerasan.
Jika arwah arwah para pahlawan bangsa negeri ini, bisa melihat pada hari ini 17 Agustu 2013, betapa mirisnya hati mereka. Kemerdekaan yang telah mereka perjuangkan terhadap negeri dan bangsa ini dengan tetesan darah yang penghabisan. Namun maknanya kini sudah berobah. “ Kemerdekaan ini yang terdiri dari batu batu darah “ kata M.Idris Khairad dalam salah satu sajaknya, Idris seakan mengatakan jika kemerdekaan ini identic dengan sebuah rumah, maka dindingnya terbuat dari batu batu darah dari hasil perjuangan para pejuang negeri ini.

Inikah arti dari sebuah kemerdekaan? Merdeka untuk Korupsi, Merdeka, Untuk melakukan pungli, dan Merdeka untuk melakukan tindakan kekerasan. Dan Merdeka untuk melakukan segala galanya. Walaupun Bung Karno mengatakan bahwa “ Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, tapi nikmatilah kemerdekaan itu sesuai dengan funsinya.....

Tanjungbalai.....24 Agustus,,2013,,

Minggu, 11 Agustus 2013

REUNI MUSISI ROCK TANJUNGBALAI 2013

REUNI MUSISI  ROCK TANJUNGBALAI......

Menyatukan kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan antar pencinta, musisi, komunitas & penikmat musik rock & metal di Kota Tanjungbalai..... tanpa adanya budaya kekerasan dan menjunjung tinggi rasa toleransi kebersamaan dan kebebasan berbicara.

Berbicara tentang sejarah musik, musik telah dikenal sejak jaman nenek moyang kita. Musik kerap kali mengiringi upacara – upacara adat tertentu. Indonesia sendiri memiliki beragam jenis musik, hal ini dipengaruhi banyaknya suku adat yang ada. Dari 17.508 pulau yang ada di Indonesia memiliki budaya dan jenis musik sendiri. Tak salah bila Indonesia menjadi negara kaya akan seni dan budaya, termasuk seni musik ini. Musik tradisional yang paling banyak digemari adalah musik Gamelan dan Keroncong. Sedangkan musik moderen yang paling populer adalah musik pop dan dangdut.atau pun musik rock, Musik menurut Aristoteles mempunyai kemapuan mendamaikan jiwa yang gundah, mempunyai terapi yang rekreatif dan munumbuhkan jiwa patriotisme.


 musik adalah sebuah irama yang berasal dari suatu alat musik yang dimainkan secara bersamaan. Terkadang musik juga bisa berasal dari bebunyian benda – benda yang dimainkan oleh sekelompok orang, contoh seperti kelompok – kelompok perkusi yang memainkan benda -benda yang bukan termasuk alat musik ( galon air, ember, botol, dll ).

Musik rock di Indonesia mulai menjejak pada tahun 1970-an. Dan kemunculannya pun tidak bisa dilepaskan dari para pionir mulai dari Giant Step, God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy, Super Kid, Terncem, AKA/SAS, Bentoel, hingga Rawe Rontek.  

 Tapi sebelum tahun 1970-an, sebenarnya sudah ada sebuah band bernama The Rollies, yakni grup band beraliran jazz rock yang dibentuk di Bandung dan menjadi kebanggaan Kota Kembang pada tahun 1967, bahkan sempat populer hingga awal 1980-an. Para personelnya terdiri dari Bangun Sugito (vokal), Uce F. Tekol (bas), Jimmy Manoppo (drum), Benny Likumahuwa (trombon), Delly Joko Arifin (keyboards/vokal), Bonny Nurdaya (gitar), dan Teungku Zulian Iskandar (saksofon).  

The Rollies adalah kelompok rock tertua Indonesia dan termasuk grup yang paling sering mengalami bongkar pasang pemain. Dalam perjalanannya, grup yang telah merintis ke dunia rekaman pada tahun 1967 ini sempat menjadi grup papan atas yang disegani penonton Bandung, Jakarta, Medan, dan Malang. Banyak yang menganggap The Rollies sebagai peletak dasar band rock Indonesia yang telah memberikan kontribusi bagi musik Indonesia masa kini. 

Lalu, sejak awal tahun 1980-an, musik rock agak sedikit “terlupakan” lantaran booming-nya musik thrash metal di kalangan anak-anak muda, bahkan di seluruh dunia. Sejak saat itu, mulailah bermunculan warna-warna baru dalam musik rock dengan sound yang lebih garang, speed menonjol, lengkingan vokal yang tinggi, dan distorsi gitar yang lebih tebal, seiring dengan majunya perangkat efek gitar dan teknologi sound system-nya.  

Pada Era 1980-an hingga 1990-an akhirnya muncul mazhab-mazhab musik heavy metal, hard rock, dan speed metal. Penampilan-penampilan musisi pada era ini tergolong "gila". Bahkan para fans-nya juga membuat geng-geng guna mendukung grup band-nya masing-masing, dan ini menjadi cikal bakal seringnya tawuran di saat live music. Pada era ini pula mulai ada fans yang melakukan head banger alias mengibaskan rambut yang gondrong atau menggoyang-goyang kepala sambil mengikuti beat lagu, disertai salam metal tiga jari (yang kemudian salam ini dipakai oleh salah satu partai di Indonesia). 


SUARAKAN PERDAMAIAN UNTUK TANJUNGBALAI..

Meski band-band rock di tahun 1980-an sedikit terlindas oleh roda musik heavy metal, tidak demikian halnya dengan musisi rock solo. Sebab, pada tahun 1985, muncul nama Nicky Astria dengan albumnya, “Jarum Neraka”, yang digarap bersama Ian Antono. Album itu ternyata laris di pasaran hingga terjual di atas 250 ribu kaset. Album “Jarum Neraka” itu disebut-sebut sebagai album rock Indonesia pertama yang mampu menyaingi album lagu pop dalam mendobrak angka penjualannya. BASF Awards menganugerahi album ini sebagai album rock terlaris di tahun yang sama. 

Pada tahun 1980-an juga di Indonesia muncul sebuah kegairahan baru dalam musik rock. Sebuah grup band bernama Roxx dianggap sebagai icon kegairahan baru tadi. Roxx adalah grup cadas era 80-an yang pernah menjadi fenomen pada masanya. Mereka pun dianggap sebagai grup yang paling beruntung karena dengan mudah bisa melakukan rekaman untuk single pertama mereka, “Rock Bergema”. Kemudahan itu bisa mereka raih setelah menjadi salah satu finalis “Festival Rock Se-Indonesia ke-V”. Bagi Roxx, mendapat kontrak rekaman dari label adalah obsesi yang terlalu muluk pada saat itu. Jangankan rekaman, demo rekaman bisa diputar di radio saja mereka sudah bahagia.  



Pada era 1980-an pula para pencinta musik rock mencicipi masa-masa kejayaan di seluruh Indonesia. Tetapi kejayaan itu tidak bertahan lama lantaran para fans masing-masing band yang memiliki geng-geng-nya sendiri-sendiri mulai bersikap anarkis dan mau menang sendiri. Mereka ingin diakui sebagai geng yang terkuat, terbesar, dan anggotanya terbanyak. Sejak saat itu mulailah setiap pentas musik rock  diwarnai dengan tawuran, kekacauan, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.  



 Musik Independen
Memasuki era 1990-an, muncul gerakan baru dalam industri musik Indonesia yang independen. Gerakan ini muncul karena begitu banyaknya artis dan grup yang tak berhasil menembus perusahaan rekaman besar atau major label. Gerakan independen ini muncul juga karena para pemusik tak rela kreativitasnya diutak-atik dan didikte oleh perusahaan-perusahaan rekaman yang besar.

 Gerakan independen ini digagas oleh kelompok rock asal Bandung, PAS Band, yang bergerilya memasarkan album mereka sendiri. Ternyata, usaha PAS Band berbuah sukses. Gerakan independen ini pun tak hanya berhenti di situ, malah terus merambah ke mana-mana. Beberapa grup musik independen ini malah melakukan terobosan pasar secara internasional, seperti yang telah dilakukan oleh kelompok Tengkorak, Discus, dan Mocca.


Sebuah kelompok pemusik yang mengkhususkan diri memainkan musik rock dijuluki rock band atau rock group (grup musik rock). Rock group banyak yang terdiri dari pemain gitar, penyanyi utama (lead singer), pemain gitar bass, dan drummer (pemain drum), membentuk sebuah quartet. Beberapa group menanggalkan satu atau dua posisi di atas dan/atau menggunakan pennyanyi utama sebagai pemain alat musik di samping menyanyi, membentuk duo atau trio. Grup lainnya memiliki pemusik tambahan seperti dua rhythm gitar dan atau seorang keyboardist (pemain kibor). Agak lebih jarang, penggunaan alat musik bersenar seperti biola, cello, atau alat tiup seperti saksofon, trompet, atau trombon.




Bersama menggalang perdamaian lewat musik..

Tanjungbalai..

11 Agustus 2013.

MUSIK UNTUK PERDAMAIAN BUKAN UNTUK MENYINDIR,,,,

Semoga musisi Kota Tanjungbalai sukses...............

 

Minggu, 09 Juni 2013

HIPMI, Berinovasi Lebih Menguntungkan Bangsa .


Terdapat dua jenis pengusaha, pengusaha yang berinovasi dan memberi nilai tambah kepada suatu barang atau jasa dan pengusaha yang tak memberi nilai tambah namun sekedar memperbanyak atau dikenal dengan istilah rent-seeker, pencari untung. Dalam prakteknya di lapangan, kedua hal itu seringkali kabur atau sulit dibedakan.
 “Namun percayalah, pada akhirnya yang memberi keuntungan bagi bangsa adalah mereka yang memberikan nilai tambah, mereka yang berinovasi,”
kategori pertama, yakni pengusaha yang menciptakan nilai, adalah yang merupakan pengusaha murni, real entrepreneur. Mereka adalah orang-orang yang menambah nilai pada kegiatan-kegiatan masyarakat dan pada pertukaran barang dan jasa. Sedangkan pengusaha yang kedua, tidak mencari nilai tapi sekadar membuat yang sudah ada, memperbanyak dan meraih untung sebanyak-banyaknya. “Kemampuan untuk menciptakan sesuatu dan berinovasi adalah sangat penting. Jangan sampai upaya untuk mencari untung justru menjadi spesialisasi,”

fakta sejarah bila sebuah bangsa ingin maju, maka yang paling penting dikembangkan adalah suplai golongan pengusaha berkualitas yang handal dan tangguh. Dalam hal ini, kualitas sangat menentukan, bukan hanya jumlahnya saja.

seorang pengusaha muda menjadi pengusaha Indonesia yang handal dan tangguh bagaikan upaya menumbuhkan tanaman yang baik. Upaya itu harus dimulai dengan pencarian benih unggul yang kemudian dipupuk dalam proses persemaian yang mumpuni. Tentu hal ini bukanlah proses pendek dan bukanlah pekerjaan satu-dua orang, namun sebuah proses panjang dari hulu ke hilir dan setidaknya tiga komponen harus terlibat, yakni pemerintah, pengusaha muda dan para pengusaha yang sudah mapan..


Para pengusaha muda, entrepreneur di negeri kita yang membutuhkan suasana yang baik untuk tumbuh dan mengumpulkan pengalaman.



Menuntaskan hambatan-hambatan yang menghalangi para pengusaha di daerah. Apakah hal itu terkait dengan perizinan, infrastruktur, pembiayaan atau kerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah. Jadi, HIPMI harus membantu memikirkan hal-hal ekstra yang diperlukan para pengusaha muda agar bisa semakin berkembang.




 

mudah dipahami bahwa para pengusaha muda membutuhkan bantuan modal ventura (venture capital) untuk mengembangkan bisnisnya. Ini mengingat pada saat baru berkembang, sulit bagi pengusaha muda untuk bisa mengakses layanan bank yang sudah pada dasarnya bersikap konservatif. “Pemerintah harus turut aktif bagaimana menciptakan versi-versi baru permodalan demi membantu usaha kecil dan menengah yang baru tumbuh,”
 HIPMI sebagai organisasi pengusaha muda terus berupaya mendorong peran para pelaku ekonomi nasional dalam pembangunan. HIPMI juga terus berupaya mendorong peran pelaku ekonomi nasional dalam menyiapkan diri menjelang pasar bebas ASEAN yang akan berlangsung pada 2015...

Minggu, 19 Mei 2013

RAFTING SEI BAH BOLON

Arung jeram Sie Bah Bolon sebenarnya termasuk wilayah Serdang Bedagai, merupakan wisata andalan kabupaten tersebut. Kabupaten Serdang Bedagai berdekatan dengan kotamadya Tebing tinggi, kebetulan lokasi arung jeram tersebut kita tempuh kurang dari satu jam dari rumah saya.

Untuk mencapai lokasi sebenarnya ada dua jalan dari tebing tinggi , bisa melewati perkebunan Pamela atau lewat rumah sakit Pabatu. Saya memilih melewati rumah sakit Pabatu karena lebih dekat dan jalan lebih bagus daripada melewati perkebunan Pamela.




tentang paket paket arung jeram, ada yang 6 jam dan ada yang 4 jam lamanya mengarungi sungai. Berhubung saya datang di lokasi sudah siang saya beserta anak anak hanya bisa yang 4 jam. Perlengkapan untuk mengarung juga di siapkan dan di pakai di situ, yaitu baju pelampung ,helm, dayung dan perahu, tidak lupa istruktur sudah siap menemani kita mengarung.


Perjalanan untuk menuju awal start kita melewati perkampungan  yang rata rata pada berjualan hasil kebun mereka terutama buah buahan. Kebetulan pas lewat  musim durian, lebih murah harganya daripada di Tebing Tinggi. Kira kira setengah jam perjalanan , sampailah di desa Huta bayu yang merupakan awal start kita.

Setelah perahu di pompa kita turun ke sungai Bah Tamal. Sungai Bah Bolon itu sebenarnya terbentuk dari dua anak sungai yaitu sungai Bah Tamal dan sungai Bah Kulistik. Pada pertengahan  mengarung kita menjumpai pertemuan dua anak sungai tersebut.

Begitu sampai di tepi sungai kita sudah di suguhi pemandangan yang asri dan alami. Hijaunya daun dan rimbunnya pohon pohon besar seakan akan memanjakan mata kita untuk selalu mengagumi ciptaan Tuhan. Kanan kiri sungai banyak di tumbuhi pohon pohon besar yang sudah berumur lama, sehingga daunnya di atas sungai menghambat sinar matahari ,jadi kita tidak kepanasan di siang hari.


Menurut instruktur kita sungai Bah Bolon memiliki beberapa jeram yang di namai  dan ada levelnya juga , seperti jeram Mikey level 2, jeram Sihorbo level 3, jeram ngehek level 3+ dan jeram roll coaster level 2 dan 3, dan masih banyak lagi jeram lainnya.


Semua nama jeram itu di sesuaikan dengan keadaan jeram dan yang di rasakan ketika kita mngaruhi jeram itu. Seperti jeram ngehek, jeram itu mampu membalikan perahu, sedang jeram roller coaster karena  memiliki arus sungai yang tidak terputus putus  seperti permainan rolling coaster. Kedalaman sungai yang bisa mencapai 6 m membuat kita bisa terjun ke sungai dari tebing. Kita tidak takut tenggelam karena kita di lengkapi dengan baju pelampung.


Sepanjang perjalanan kita masih banyak menjumpai pemandangan orang mencuci pakaian dan mandi di sungai. Masyarakat masih memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari hari. Air sungai memang masih jernih sekali dan masih banyak mata air di sepanjang sengai. Penambang pasir dan batu kerikil juga biasa kita jumpai selama mengarungi sungai. Di pertengahan jalan tepatnya di pertemuan anak sungai Bah Tamal dan  Bah Kulistik kita berhenti sejenak untuk istirahat  menikmati bekal kita dan memberi kesempatan anak kita bermain di sungai. Berendam di sungai yang jernih dan airnya yang dingin membuat badan kita segar luar biasa, bisa menghilangkan penat dan stress kita.

Minggu, 02 Desember 2012

Lagi nyantai di Pantai Amor




ASAHAN.

Kerajaan Asahan

 

1. Sejarah


Sejarah Kerajaan Asahan bermula, ketika Sultan Aceh, Iskandar Muda melakukan perjalanan ke Johor dan Malaka pada tahun 1612 M. Dalam perjalanan menuju tujuan tersebut, rombongan raja ini beristirahat di sebuah kawasan, di hulu sebuah sungai yang kemudian dinamakan Asahan. Selesai beristirahat di hulu sungai ini, kemudian perjalanan dilanjutkan ke sebuah daerah yang berbentuk tanjung, yaitu daerah pertemuan antara Sungai Asahan dengan Sungai Silau. Di tanjung tersebut, Sultan Iskandar bertemu dengan Raja Simargolang. Sebagai tempat menghadap kepada raja, di daerah tersebut kemudian dibangun sebuah pelataran atau balai. Dalam perkembangannya, daerah ini kemudian menjadi perkampungan denga nama Tanjung Balai. Karena letaknya yang strategis di lintasan jalur perdagangan antara Aceh dan Malaka, maka Tanjung Balai kemudian berkembang pesat.
Dari pertemuan Sultan Iskandar Muda dengan Raja Simargolang di atas, hubungan mereka kemudian bertambah erat dengan perkawinan Sultan Iskandar Muda dengan salah seorang putri Raja Simargolang. Dari perkawinan tersebut, kemudian lahir seorang putra bernama Abdul Jalil. Kelak, Abdul Jalil inilah yang menjadi Sultan Asahan pertama pada tahun 1630 M. Dalam perjalanannya, karena adanya ikatan kekerabatan dengan Aceh, maka kerajaan ini menjadi daerah bawahan Aceh hingga awal abad ke-19 M. Pada 12 September 1865 M, Asahan ditaklukkan oleh kolonial Belanda. Ketika Indonesia merdeka, Asahan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1946 M.
Selain dengan Aceh, hubungan Kesultanan Asahan dengan Kerajaan Batak juga terjalin dengan mesra. Bahkan, Sisingamangaraja XII pernah berinisiatif untuk meminang putri Sultan Asahan. Pinangan tersebut disetujui oleh Sultan Asahan, karena mereka yakin Sisingamangaraja telah memenuhi syarat untuk melakukan ijab kabul. Namun pernikahan tersebut batal akibat masuknya Belanda.
2. Silsilah
1. Sri Paduka Raja Abdul Jalil I bin Almarhum Sultan Iskandar Muda Johan Berdaulat (1630-16.. M)
2. Sri Paduka Raja Said Shah bin Almarhum Raja Abdul Jalil (16..-17..M)
3. Sri Paduka Raja Muhammad Mahrum Shah ibni al-Marhum Raja Said Shah (17..-1760 M)
4. Sri Paduka Raja `Abdu`l Jalil Shah II ibni al-Marhum Raja Muhammad Mahrum Shah (1760-1765 M)
5. Sri Paduka Raja Deva Shah ibni al-Marhum `Abdu`l Jalil [al-Marhum Mangkat di Pasir Putih) 1765-1805 M)
6. Sri Paduka Raja Said Musa Shah ibni al-Marhum Raja Deva Shah [al-Marhum Mangkat di-Rantau Panjang] (1805-1808 M)
7. Sri Paduka Raja Muhammad `Ali Shah ibni al-Marhum Raja Deva Shah 1808-1813 M
8. Sri Paduka Tuanku Sultan Muhammad Husain Rahmad Shah I ibni al-Marhum Sultan Muhammad `Ali Shah [al-Marhum Kampung Masjid] 1813-1859 M)
9. Sri Paduka Tuanku Sultan Ahmad Shah ibni al-Marhum Sultan Muhammad Husain Rahmad Shah 1859-1888 M)
10. Sri Paduka Tuanku Al-Haji Abdullah Nikmatullah Shah ibni al-Marhum Raja Muhammad Ishak, Raja Kualuh dan Leidong, juga Yang di-Pertuan Muda di Asahan. Ia ditujuk oleh Belanda setelah saudaranya, Sultan Ahmad Shah diturunkan secara paksa (1865-1867 M)
11. Sri Paduka Tuanku Sultan Muhammad Husain Rahmad Shah II ibni al-Marhum Tengku Muhammad `Adil (1888-1915 M)
12. Sri Paduka Tuanku Sultan Sha`ibun `Abdu`l Jalil Rahmad Shah III ibnu al-Marhum Sultan Muhammad Husain (1915-1980 M)
3. Periode Pemerintahan
Sepanjang masa berdirinya, di Kerajaan Asahan telah berkuasa sebelas orang raja.
4. Wilayah Kekuasaan
Wilayah Kerajaan Asahan mencakup daerah yang sekarang menjadi Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Indonesia.
5. Struktur Pemerintahan
Asahan adalah kerajaan kecil yang menjadi bawahan Aceh, maka secara otomatis, struktur kekuasaan tertinggi berada di tangan Sultan Aceh. Di daerah Asahan sendiri, terlepas dari relasinya dengan Aceh, kekuasaan tertinggi berada di tangan sultan, yang bergelar Yang Dipertuan Besar/Sri Paduka Raja. Jabatan yang lebih rendah adalah Yang Dipertuan Muda. Untuk daerah Batubara dan kawasan yang lebih kecil, pemerintahan dijalankan oleh para datuk.
Ketika Asahan ditaklukkan oleh Belanda pada 12 September 1865, terjadi perubahan struktur kekuasaan, dengan Belanda sebagai penguasa tertinggi. Wakil tertinggi Belanda yang berada di Asahan adalah Kontroler yang diperkuat dengan Gouverments Besluit tanggal 30 September 1867 nomor 2, tentang pembentukan Afdeling Asahan yang berkedudukan di Tanjung Balai. Berdasarkan keputusan itu juga, Asahan dibagi mejadi tiga wilayah pemerintahan, yaitu:
1. Onder Afdeling Batubara
2. Onder Afdeling Asahan
3. Onder Afdeling Labuhan Batu
Walaupun Belanda memegang kekuaasan tertinggi dan membagi Asahan menjadi tiga pemerintahan, namun, pemerintahan para Datuk di wilayah Batubara tetap diakui Belanda. Hanya saja, kekuasaannya telah jauh berkurang, tidak seperti sebelumnya.
Secara khusus Belanda juga membagi wilayah kekuasaan sultan dan para datuk. Untuk wilayah pemerintahan kesultanan, Belanda membaginya menjad distrik dan onder distrik, yaitu:
1. Distrik Tanjung Balai dan Onder Distrik Sungai Kepayang
2. Distrik Kisaran
3. Distrik Bandar Pulau dan Onder Distrik Bandar Pasir Mandoge
Sedangkan wilayah pemerintahan para datuk di Batubara dibagi menjadi wilayah Self Bestuur, yaitu:
1. Self Bestuur Indrapura
2. Self Bestuur Lima Puluh
3. Self Bestuur Pesisir
4. Self Bestuur Suku Dua (Bogak dan Lima Laras)
Ketika Belanda menyerah pada Jepang, maka Asahan otomatis berada di bawah kekuasaan Jepang. Saat itu, Jepang yang dipimpin oleh T. Jamada mengganti struktur pemerintahan di Asahan menjadi Bunsyu dan bawahannya Fuku Bunsyu. Daerah Fuku Bunsyu adalah Batubara, sementara yang lebih kecil diubah menjadi distrik. Distrik-dsitrik tersebut adalah: Tanjung Balai, Kisaran, Bandar Pulau, Pulau Rakyat dan Sei Kepayang.
Pemerintahan Fasisme Jepang berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 dan tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan. Sesuai dengan perkembangan Ketatanegaraan RI, maka berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1945, Komite Nasional Indonesia wilayah Asahan dibentuk pada bulan September 1945. Pada saat itu pemerintahan yang dipegang oleh Jepang sudah tidak ada lagi, tapi pemerintahan Kesultanan dan pemerintahan Fuku Bunsyu di Batubara masih tetap ada.
Pada tanggal 15 Maret 1946, berlaku struktur pemerintahan RI di Asahan dan wilayah Asahan dipimpin oleh Abdullah Eteng sebagai Kepala Wilayah dan Sori Harahap sebagai Wakil Kepala Wilayah, sedangkan Asahan dibagi atas 5 (lima) kewedanaan, yaitu:
1. Kewedanaan Tanjung Balai
2. Kewedanaan Kisaran
3. Kewedanaan Batubara Utara
4. Kewedanaan Batubara Selatan
5. Kewedanaan Bandar Pulau
Pada Konferensi Pamong Praja se-Keresidenan Sumatera Timur pada bulan Juni 1946 diadakan penyempurnaan struktur pemerintahan, yaitu:
1. Sebutan Wilayah Asahan diganti dengan Kabupaten Asahan
2. Sebutan Kepala Wilayah diganti dengan Bupati
3. Sebutan Wakil Kepala Wilayah diganti dengan Patih
4. Kabupaten Asahan dibagi menjadi 15 (lima belas) wilayah kecamatan, terdiri dari:
a) Kewedanaan Tanjung Balai dibagi atas:
• Kecamatan Tanjung Balai
• Kecamatan Air Joman
• Kecamatan Simpang Empat
• Kecamatan Sei Kepayang
b) Kewedanaan Kisaran dibagi atas:
• Kecamatan Kisaran
• Kecamatan Air Batu
• Kecamatan Buntu Pane
c) Kewedanaan Batubara Utara dibagi atas:
• Kecamatan Medang Deras
• Kecamatan Air Putih
d) Kewedanaan Batubara Selatan dibagi atas:
• Kecamatan Talawi
• Kecamatan Tanjung Tiram
• Kecamatan Lima Puluh
e) Kewedanaan Bandar Pulau dibagi atas:
• Kecamatan Bandar Pulau
• Kecamatan Pulau Rakyat
• Kecamatan Bandar Pasir Mandoge
Dengan mempertimbangkan posisi yang lebih strategis, maka pada tanggal 20 Mei 1968, melalui PP Nomor 19 Tahun 1980, ibukota Kabupaten Asahan dipindahkan dari Kota Tanjung Balai ke Kota Kisaran.
6. Kehidupan Sosial Budaya
Sebagai kesultanan yang berada dalam pengaruh kebuadayaan Islam, maka di Asahan juga berkembang kehidupan keagamaan yang cukup baik. Bahkan, ada seorang ulama terkenal yang lahir dari Asahan, yaitu Syeikh Abdul Hamid. Ia lahir tahun 1880 M (1298 H), dan wafat pada 18 Februari 1951 (10 Rabiul Awal 1370 H). Datuk, nenek dan ayahnya berasal dari Talu, Minangkabau. Syekh Abdul hamid belajar agama di Mekkah, karena itu, ia sangat disegani oleh para ulama zaman itu. Dalam perkembangannya, murid-murid Syekh Abdul Hamid inilah yang kelak mendirikan organisasi Jamiyyatul Washliyyah. Sebuah organisasi yang berbasis pada aliran sunni dan mashab Syafii. Dalam banyak hal, organisasi ini memiliki persamaan dengan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) yang didirikan oleh para ulama Minangkabau. Adanya banyak persamaan ini, karena memang para ulama tersebut saling bersahabat baik sejak mereka menuntut ilmu di Mekkah. Pandangan para tokoh agama ini sangat berbeda dengan paham reformis yang dibawa oleh para ulama muda Minangkabau, seperti Dr. Haji Abdul Karim Amrullah. Oleh sebab itu, sering terjadi polemik di antara para pengikut kedua paham yang berbeda ini.
Di paruh pertama abad ke-20, sekitar tahun 1916, di Asahan telah berdiri sebuah sekolah yang disebut Madrasah Ulumul Arabiyyah. Sebagai direktur pertama, ditunjuk Syekh Abdul Hamid. Dalam perjalanannya, madrasah Ulumul Arabiyah ini kemudian berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang penting di Asahan, bahkan termasuk di antara madrasah yang terkenal di Sumatera Utara, sebanding dengan Madrasah Islam Stabat, Langkat, Madrasah Islam Binjai dan Madrasah al-Hasaniyah Medan. Di antara ulama terkenal lulusan sekolah Asahan ini adalah Syeikh Muhammad Arsyad Thalib Lubis (1908-1972 M).
Peninggalan tertulis warisan Kerajaan Asahan hanya berkaitan dengan buku-buku di bidang keagamaan yang dikarang oleh para ulama untuk kepentingan pengajaran. Berikut ini beberapa buah buku yang dikarang oleh Syeikh Abdul Hamid di Asahan, yaitu:
1. Ad-Durusul Khulasiyah
2. Al-Mathalibul Jamaliyah
3. Al-Mamlakul `Arabiyah.
4. Nujumul Ittiba.
5. Tamyizut Taqlidi Minal Ittiba.
6. Al-Ittiba.
7. Al-Mufradat.
8. Mi`rajun Nabi.

 Diambil dari Depdagri.go.id dan MelayuOnline.com